Home Bandara Damri Akan Tanggung Biaya Pengobatan Perempuan yang Terhimpit Bus di TOD Bandara...

Damri Akan Tanggung Biaya Pengobatan Perempuan yang Terhimpit Bus di TOD Bandara Soetta

0

Manajemen Damri akan menanggung biaya pengobatan Nurlela (37), perempuan yang terhimpit badan bis saat melintas di jalur khusus Shuttle TOD M1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Minggu (5/1) lalu. Saat ini, Nurlela tengah menjalani pengobatan tradisional.

Hal itu diungkapkan langsung oleh General Manager DAMRI Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Jaja Sumijan.

“Jadi untuk pengobatan yang sedang berjalan, semua ditanggung oleh pihak Damri,” kata Jaja kepada tangerangonline.id, Rabu (8/1/2020).

Selain menanggung biaya pengobatan lanjut Jaja, pihaknya akan berkoordinasi ke pihak Jasa Raharja untuk memperoleh santunan biaya pengobatan korban saat mendapat perawatan di Rumah Sakit.

“Kami juga akan tanggung biaya pengobatan yang di Rumah Sakit. Biaya yang dikeluarkan akan kami coba usahakan dengan teman-teman Jasa Raharja juga,” kata Jaja.

Dirinya pun meminta maaf atas kejadian tersebut. Namun ia berpesan kepada seluruh masyarakat yang beraktifitas di kawasan Bandara Soekarno-Hatta agar mematuhi seluruh aturan yang ada agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Atas nama manajemen, saya juga minta maaf atas kejadian ini. Sekaligus saya mohon kepada semua stakeholder yang barangkali memiliki kegiatan di seputar Bandara Soekarno-Hatta agar mematuhi ketentuan yang sudah diatur termasuk pejalan kaki, pengguna jasa dan kendaraan,” tandasnya.

Lokasi Kejadian Bukan untuk Pejalan Kaki

Sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Bandara Soetta, Kompol Argadija Putra mengatakan, korban bernama Nurlela berjalan di jalur khusus Shuttle Bus di TOD Bandara Soekarno-Hatta. Jalan tersebut tidak diperuntukkan kepada pejalan kaki.

“Disitu jalurnya sempit, dan memang bukan untuk jalan orang (pejalan kaki). Disitu memang khusus perlintasan bis saja,” kata Kompol Arga, Senin (6/1).

Arga menjelaskan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi ketika akibat sang sopir Shuttle Bus kurang memperhatikan keadaan sekitar.

“Pada saat shuttle bus Damri itu sudah selesai menurunkan dan menaikkan penumpang kemudian bis tersebut maju dan mungkin juga kurang perhatian atau kurang konsentrasi saat berkendara di depan kurang lebih 100 meter ada ibu-ibu yang disitu terjadilah terjepit dengan tembok akibat lewatnya bus Damri tersebut,” jelas Arga.

Akibat kejadian tersebut, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit. Namun, karena tidak mengalami luka yang serius, korban pun telah pulang dari rumah sakit.

“Namun untuk saat ini, dari tim kita Lalu Lintas sudah melaksanakan penyelidikan kemudian juga untuk ibu Nurlela (korban) juga sudah pulang dari Rumah Sakit. Hasil rontgen tidak ada luka dalam, hanya memar sedikit di bagian bahu,” kata Arga.

“Korban tidak hamil. Kami sudah kroscek langsung kepada suaminya bahwa korban tidak hamil. Supir bis untuk sementara kita amankan,” pungkasnya. (Rmt)