Home Berita Ekonomi Kontraksi Minus 7 Persen, Wagub Minta Dekopin Pulihkan Ekonomi Banten

Ekonomi Kontraksi Minus 7 Persen, Wagub Minta Dekopin Pulihkan Ekonomi Banten

0

Wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy
menegaskan bahwa adanya pandemi covid-19 berpengaruh cukup besar pada perekonomian di Provinsi Banten.

Saat ini di Banten tercatat terjadi kontraksi ekonomi minus 7 persen. Hal ini menjadi kondisi yang harus diantisipasi ke depan dengan langkah-langkah pemulihan ekonomi.

“Ekonomi Banten terakhir dilaporkan terkontraksi minus 7 persen. Untuk itu kami fokus recovery ekonomi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Wagub saat menghadiri muswil Dewan Koperasi Indonesia Wilyaha Banten, di Gedung PKPRI Serang, Rabu, (23/9).

Dalam sambutannya, Andika meminta Dekopin untuk dapat turut menggerakkan perkonomian yang terdampak pandemi Covid 19 sejauh ini.

“Pemprov sendiri tentu berkomitmen untuk mensupport program-program Dekopin melalui program-program di dinas terkait,” imbuhnya.

Waguh mengaku kondisi pandemi Covid 19 di Banten saat ini cenderung memburuk dimana tidak ada daerah yang berstatus zona kuning, apalagi hijau. “Maka protokol kesehatan itu mutlak. Tapi protokol kesehatan jangan sampai menghambat perekonomian,” ujarnya.

Terkait koperasi sendiri, kata Wagub, sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2017-2022 Pemerintah Provinsi Banten memiliki program pengembangan kelembagaan dan pengawasan koperasi. Kemudian, program peningkatan kualitas usaha dan pemberdayaan koperasi dengan target capaian sebesar enam persen koperasi yang bankable dan program pelatihan SDM Koperasi.

“Melalui Musyawarah Wilayah DEKOPIN Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Banten senantiasa mendorong sinergi positif antara upaya yang dilakukan oleh Gerakan Koperasi dan  Pemerintah Daerah, sehingga Koperasi mampu meningkatkan perannya dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Di tengah pandemi COVID-19 saat ini,  lanjut Wagub, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten akan memberikan bantuan modal/ hibah bagi Koperasi dan Pelaku UKM yang bersumber dari Dana Tidak Terduga Pemerintah Provinsi Banten.

“Selain itu, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten memfasilitasi bantuan bagi Koperasi dan Usaha Kecil dan Mikro (UKM) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang besumber dari dana APBN,” imbuhnya.

Wagub menuturkan, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Koperasi dan UMKM menyelenggarakan kegiatan pelatihan-pelatihan tata kelola dan pemanfaatan teknologi informasi. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten juga memfasilitasi Non Performing Loan (kredit bermasalah) bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) terkait rescheduling.

Sementara itu, Nurdin Halid dalam sambutannya mengatakan, koperasi sebagai salah satu solusi mempertahankan kestabilan ekonomi. Gerakan koperasi dinilai aman karena mengandalkan semangat kebersamaan. Menurut Nurdin, gerakan koperasi merupakan wadah perjuangan yang mengedepankan kepentingan bersama. Konsepnya, masalah ekonomi tidak bisa diselesaikan hanya oleh orang per orang.

“Kita akan mengalami ekonomi melemah. Gerakan koperasi harus jadi pengaman,” katanya. (Smn)