Home Bandara Tembakau Gorila Sasar Milenial, Terungkap dari Penegahan di Bandara Soetta

Tembakau Gorila Sasar Milenial, Terungkap dari Penegahan di Bandara Soetta

0

Penyelundupan ganja sintetis dan tembakau gorila dari China menyasar kaum milenial Indonesia. Adapun penggunanya adalah remaja dengan usia 18 hingga 25 tahun.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Finari Manan.

“Untuk saat ini penyalahgunaan narkotika jenis ganja sintetis atau sintetic cannabinoid dengan nama trends tembakau gorila sangat mewabah dilingkungan generasi muda milenial,” ungkap Finari Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (1/12/2020).

Menurut Finari, barang haram itu tak hanya digunakan oleh pelajar dan mahasiswa. Namun, kalangan di usia produktif pun turut menjadi pemakai.

“Jual beli tembakau gorila di kalangan milenial umumnya menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun dark web,” tutur Finari.

Fakta tersebut terungkap setelah petugas gabungan antara Bea Cukai dan Sat Res Narkoba Polrestabes Bandung membongkar produksi tembakau gorila di salah satu Apartemen di Bekasi, Jawa Barat.

Dari pengungkapan kasus ini, sebanyak enam tersangka diamankan petugas, masing-masing bernisial HFS, SM, AN, RD, BP, dan BC. Mereka diamankan di berbagai lokasi seperti Bekasi, Bandung, dan Jakarta Selatan.

Kepada petugas, para tersangka mengakui bahwa konsumennya adalah kaum milenial. Tidak tanggung-tanggung, petugas gabungan mengamankan 150 kilogram tembakau gorila siap edar.

“Total ada 150 kilogram tembakau gorila, jadi dua kilogram ganja sintetis, total 152 kilogram ganja. Termasuk temuan paling besar sepanjang tahun 2020 untuk tembakau gorila,” ujar Finari.

Produksi rumahan ini terungkap berawal dari pengembangan dari paket barang mencurigakan yang datang dari China pada 10 November 2020 lalu setelah pemeriksaan mesin X-ray.

Sedianya, paket mencurigakan itu dikirim ke alamat yang tercantum yakni Ciledug, Kota Tangerang dengan nama penerima Restu Jaya Kimia.

“Ternyata saat kami lakukan uji lab ternyata ini serbuk warna putih sebanyak dua kilogram adalah narkotika golongan satu atau ganja sintetis,” terang Finari.

Finari menambahkan, para tersangka diancam Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam hukuman pidana mati, seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

“Di sepanjang tahun 2020, tembakau gorila banyak dikonsumsi milenial, nah ini ancaman bangsa dimana satu sisi lagi pandemi, tapi di sisi lain malah narkotika terus menerus berusaha dimasukan ke dalam negeri,” tuturnya. (Rmt)