Home Bandara Bea Cukai Tegah Penyelundupan 3 Kg Sabu di Terminal 3 Bandara Soetta

Bea Cukai Tegah Penyelundupan 3 Kg Sabu di Terminal 3 Bandara Soetta

0

Petugas Bea dan Cukai mengamankan seorang penumpang berinisial MF (21) di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

MF diamankan petugas lantaran kedapatan menyelundupkan narkotika jenis Sabu sebanyak kurang lebih 3 kilogram. Barang haram tersebut diselundupkan dengan modus barang elektronik.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Finari Manan mengatakan, penegahan ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap barang bawaan milik MF.

“Berdasarkan hasil pencitraan x-ray, petugas kami mencurigai barang bawaan penumpang tersebut berupa didapati tiga buah capacitor mobil dan satu buah stop,” kata Finari di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Senin (1/3/2021).

Atas kecurigaan tersebut, petugas kemudian melakukan pemeriksaan yang mendalam terhadap aksesoris mobil yang dibawa oleh eks penumpang Malindo Air OD-348 rute Malaysia-Indonesia itu.

“Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan, petugas kami menemukan bungkusan kristal bening di masing-masing barang elektronik tersebut,” ungkap Finari.

Petugas kemudian melakukan uji laboratorium untuk memastikan jenis kristal bening tersebut.

“Kami melakukan uji lab dan hasilnya adalah barang tersebut positif narkotika golongan 1 methamphetamine atau Sabu-sabu sebanyak 3 kilogram,” beber Finari.

Selanjutnya, Bea Cukai Bandara Soetta berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan Control Delivery atau penelusuran penerima atau tujuan barang.

Kepada petugas gabungan, MF mengaku bertujuan ke Surabaya dan ada 2 orang yang akan menjemput dirinya besreta barang tersebut di Bandara Djuanda. Yakni, MK (20) dan MKA (27).

“Sampai dengan Surabaya terdapat dua tersangka lagi yakni MK dan MKA. Jadi ada total 3 tersangka untuk pengungkapan kasus ini,” tutur Finari.

Sementara itu, Kasubdit II Dittipid Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Muhammad Anwar mengungkapkan, dari hasil interogasi, diketahui para pelaku ini mendapatkan barang haram tersebut dari Malaysia yang akan disebarkan ke wilayah Madura.

“Sayangnya, bandar yang ada di Malaysia masih berstatus DPO (daftar pencarian orang) karena kabur setelah kurirnya ini ditangkap,” jelasnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp10 Milyar ditambah 1/3 dalam hal barang bukti melebihi 1 kilogram. (Rmt)