Home Agenda 2.000 Orang Komunitas Bandara Soetta akan Divaksinasi di Sentra Vaksinasi Terminal 1A

2.000 Orang Komunitas Bandara Soetta akan Divaksinasi di Sentra Vaksinasi Terminal 1A

0

PT Angkasa Pura II (Persero) mendukung penuh percepatan program vaksinasi bagi masyarakat guna memperkuat upaya bersama menghadapi COVID-19.

Seperti diketahui, pemerintah tengah mempercepat pemberian vaksinasi bagi masyarakat. Presiden Joko Widodo menargetkan 1 juta vaksinasi dapat dilakukan per hari, dan pada Agustus 2021 ditagetkan 2 juta vaksinasi per hari.

Sebagai upaya mendukung percepatan program vaksinasi, AP II bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta yang berada di bawah Kementerian Kesehatan dan stakeholder lainnya, akan menggelar kegiatan Gebyar Vaksinasi COVID-19 Provinsi Banten di Sentra Vaksinasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta pada 29 – 30 Juni 2021.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh pekerja/karyawan perusahaan yang beraktivitas di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta, atau disebut juga dengan Komunitas Bandara Soekarno-Hatta.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik di antara stakeholder bandara khususnya dalam menghadapi tantangan COVID-19 di tengah pandemi ini.

“AP II dan KKP Kemenkes berkolaborasi untuk mendukung percepatan program vaksinasi COVID-19. Pada 29-30 Juni, Sentra Vaksinasi Terminal 1A akan menggelar program vaksinasi secara gratis yang dapat diikuti seluruh Komunitas Bandara Soekarno-Hatta,” kata Awaluddin, Selasa (29/6/2021).

Adapun Sentra Vaksinasi Terminal 1A telah dibuka sejak Maret 2021 untuk melayani vaksin bagi petugas pelayanan publik di Bandara Soekarno-Hatta dan hingga kini sudah melakukan vaksinasi terhadap sekitar 12.000 petugas pelayanan publik.

“Melalu kegiatan gebyar vaksinasi ini kami ingin agar seluruh Komunitas Bandara Soekarno-Hatta dapat melaksanakan program vaksinasi COVID-19 untuk lebih kuat menghadapi pandemi ini. Kami berharap kegiatan ini juga turut mendukung upaya sektor penerbangan nasional dalam melawan COVID-19 dan menciptakan herd immunity,” ujar Awaluddin.

Kepala KKP Kemenkes Kelas I Soekarno-Hatta Darmawali Handoko menuturkan, pelaksanaan Gebyar Vaksinasi COVID-19 Provinsi Banten ini dikhususkan untuk vaksinasi dosis pertama.

“Bagi yang ingin mengikuti vaksinasi di Sentra Vaksinasi Terminal 1A pada Gebyar Vaksinasi COVID-19 Provinsi Banten ini dapat mendaftar terlebih dahulu di aplikasi pedulilindungi.id dan registrasi di https://bit.ly/GEBYARVAKSINASIKKPSOETTA. Setelah itu, tunggu pemberitahuan waktu pelaksanaan vaksinasi dari whatsapp atau sms,” ujar Handoko.

Diperkirakan maksimal terdapat 2.000 orang yang akan mengikuti vaksinasi dalam kegiatan ini. Bagi penyintas COVID-19, harus sudah dinyatakan sembuh selama 3 bulan untuk bisa divaksinasi.

Vaksinasi lebih luas

Adapun setelah pelaksanaan vaksinasi pada kegiatan 29-30 Juni 2021, fungsi Sentra Vaksinasi Terminal 1A kembali diperluas untuk melayani vaksinasi bagi keluarga dari komunitas Bandara Soekarno-Hatta.

Kemudian, setelah vaksinasi bagi keluarga komunitas Bandara Soekarno-Hatta, selanjutnya Sentra Vaksinasi Terminal 1A akan menggelar vaksinasi bagi warga di sekitar Bandara Soekarno-hatta.

“Sentra Vaksinasi Terminal 1A dikelola secara profesional, di mana dengan lancar dapat melaksanakan program vaksinasi bagi petugas pelayanan publik di komunitas Bandara Soekarno-Hatta. Dan, kini dibuka untuk melayani vaksinasi bagi seluruh karyawan di perusahaan yang beraktivitas di Bandara Soekarno-Hatta, kemudian nantinya bagi keluarga komunitas bandara, dan selanjutnya bagi warga sekitar bandara,” tutur Awaluddin.

Operasional Sentra Vaksinasi Terminal 1A yang dijalankan secara professional juga diapresiasi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Saat berkunjung pada Maret 2021, Menkes mengagumi sentra vaksinasi tersebut.

“Saya di sini mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari Angkasa Pura II yang sudah mau berpartisipasi menyiapkan sentra vaksinasi. Saya kagum karena rapi, nyaman tempatnya dan proses efisien dan modern,” jelas Menkes kala itu. (Rmt)