Home Bandara Penyelundupan 10 Kg Sabu Asal Kongo Ditegah Bea Cukai Bandara Soetta

Penyelundupan 10 Kg Sabu Asal Kongo Ditegah Bea Cukai Bandara Soetta

0

Jajaran Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta kembali menegah masuknya narkotika jenis sabu yang diselundupkan melalui paket kiriman.

Sebanyak 10.456 gram methamphetamine atau Sabu asal Kongo, Afrika Tengah diamankan oleh petugas pada Jumat (23/7/2021) lalu.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta Finari Manan mengatakan, penegahan barang haram tersebut berawal dari kecurigaan petugas terhadap dua paket kiriman yang dilaporkan berisi Polished Malachite.

“Kami tegah barang kiriman yang diberitahukan 2 koli isinya diberitakan patung-patung dan bola hijau ini 2 koli, 20 bola hijau dan 10 patung,” ungkap Finari di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (19/8/2021).

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap isi paket kiriman tersebut, petugas menemukan Sabu yang disembunyikan di dalam 40 buah bola Polished Malachite Stone yang sangat keras.

Dimana, paket kiriman pertama berisi 8 buah patung binatang berukuran kecil dan 20 buah bola batu berwarna hijau yang didalamnya terdapat bungkusan plastik kuning yang berisikan serbuk kristal bening atau Sabu.

Sedangkan, pada kemasan kedua ditemukan 10 buah patung binatang berukuran kecil dan 20 buah bola batu berwarna hijau yang mana didalamnya juga terdapat bungkusan plastik kuning berisikan Sabu.

“Ternyata dipecah keras banget, didalamnya ada serbuk kristal. Setelah dites, (positif) mengandung sabu yang totalnya 10 kilogram. Luar biasa modusnya,” kata Finari.

Adapun penerima paket tersebut tertulis Aliong dengan alamat Jakarta. Petugas Bea Cukai kemudian berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri. Dari kasus ini petugas mengamankan seorang pria berinisial A (29) di Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat.

Lebih lanjut Finari mengatakan, penyelundupan sabu tersebut dikendalikan seorang narapida di salah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jakarta.

“Kemudian dengan bantuan bersama Bareskrim dikembangkan, (kasus ini) berhubungan dengan salah seorang di lapas,” ungkap Finari.

Kasus tersebut kini tengah dikembangkan oleh Bareskrim Mabes Polri. Sementara para pelaku diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara selama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp 10 Miliyar sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Rmt)