Beranda Bandara Penyelundupan 99.250 ekor BBL Senilai Rp4,9 Miliar Tujuan Vietnam Digagalkan di Bandara...

Penyelundupan 99.250 ekor BBL Senilai Rp4,9 Miliar Tujuan Vietnam Digagalkan di Bandara Soetta

0
Wakapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Ronald FC Sipayung menunjukkan barang bukti penyelundupan Benih Bening Lobster di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa, 21 Mei 2024. (tangerangonline.id)

Upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali digagalkan. Sebanyak 99.250 ekor BBL diamankan oleh jajaran Polresta Bandara Soetta.

Puluhan ribu BBL berbagai jenis tersebut sedianya akan diselundupkan ke luar negeri dengan tujuan akhir ke Vietnam. Dua orang tersangka berinisial S (35) dan M (42) diamankan Polisi.

Wakapolres Bandara Soetta, AKBP Ronald FC Sipayung mengatakan, pengungkapan dan penggagalan penyelundupan BBL ini dilakukan pada hari Minggu, 19 Mei 2024, di salah satu plataran parkir sebuah toko di exit tol Bandara Soetta kelurahan Benda, Kota Tangerang.

“Pengungkapan ini bermula dari adanya informasi bahwa akan terjadi pengiriman benih bening lobster (BBL) yang diduga akan dikirim ke luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta. Di TKP, diamanakan dua pelaku yaitu S yang berperan sebagai pengemas BL ini dari M (42) yang membawa dan mengemudikan mobil dari Jawa Barat,” kata AKBP Ronald di Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (21/5/2024).

Ia mengungkapkan, pelaku melakukan penampungan baby lobster yang berasal dari Bogor, dan sekitaran Jawa Barat lainnya. Selanjutnya dibawa ke Bandara Soetta untuk diselundupakan ke luar negeri.

“Jadi sebelum dikirim (dilalulintaskan), BBL tersebut dikemas dengan packing basah, kemudian ditransitkan di rumah/gudang di Wilayah Jawa Barat, selanjutnya pelaku membawanya dengan menggunakan Koper besar menuju Bandara Soekano-Hatta,” ungkap Ronald.

Dijelaskannya, BBL tersebut dikemas menggunakan 4 koper yang diisi 24.000 – 25.000 ekor BBL per koper. BBL tersebut dikemas dengan bantuan oksigen agar tetap hidup saat pengiriman. Sebanyak 95.250 BBL jenis Pasir, 2.800 jenis Jarong dan 1.200 jenis Mutiara.

“Dari tindakan para pelaku, negara mengalami kerugian kurang lebih Rp 4,9 miliar dengan rincian 99.250 ekor benih bening lobster dikali Rp50.000,-/ekor sesuai dengan harga pasaran di luar negeri,” terang Ronald.

Kepada Polisi, kedua pelaku mengaku akan mendapatkan upah masing-masing Rp 20 juta apabila penyelundupan BBL tersebut berhasil.

“Dari pengakuan tersangka, mereka diming-imingi dengan upah 20 juta rupiah per orang,” kata Ronal.

Adapun BBL yang diamankan tersebut telah dilepasliarkan di perairan Jawa di Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Dan Laut (PSPL) Serang, Banten pada Senin, 20 Mei 2024 kemarin.

Kedua tersangka telah diamankan di Polresta Bandara Soetta. Keduanya dijerat dengan Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) UU RI No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang Undang dan/atau Pasal 88 UU RI No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan dan/atau Pasal 87 Jo Pasal 34 UU RI No. 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 3 Miliar. (Rmt)