Investasi AI dan Teknologi Medis, Siloam Percepat Revolusi Layanan Kesehatan

By
4 Min Read

PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam; kode saham: SILO) telah sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024. Dalam pertemuan ini, seluruh agenda rapat disetujui dengan dukungan penuh pemegang saham.

Selain mengonfirmasi kinerja solid sepanjang tahun, Siloam juga meluncurkan strategi lima tahunan bertajuk Next Generation Siloam (NGS), sebagai peta jalan transformasi layanan kesehatan.

Artificial Intelligence (AI)

Salah satunya, Siloam International Hospitals terus mempercepat inovasi dalam layanan kesehatan dengan investasi agresif di bidang Artificial Intelligence (AI) dan teknologi medis canggih.

Dengan sistem ini, dokter tidak perlu lagi mencatat secara manual—AI akan secara otomatis merekam konsultasi, mengusulkan diagnosa, dan mengecek ketersediaan obat.

Hal ini memungkinkan dokter untuk lebih fokus pada interaksi langsung dengan pasien, meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi beban administratif.

Selain itu, teknologi Da Vinci Xi, sistem bedah robotik pertama di Indonesia, telah diterapkan untuk mendukung prosedur operasi dengan sayatan minimal, gerakan presisi, dan pemulihan lebih cepat.

Dalam dua minggu pertama sejak peluncuran, lima tindakan bedah telah berhasil dilakukan, menandai era baru dalam teknologi bedah berbasis robotik di Indonesia.

Merespons tingginya angka kejadian stroke di Indonesia, Siloam menghadirkan program Stroke Ready Hospitals yang memastikan penanganan dapat dilakukan dalam satu jam pertama periode krusial yang dikenal sebagai “golden period” bagi pasien stroke.

Beberapa rumah sakit dalam jaringan Siloam telah menerima Angels Awards dari World Stroke Organization, sebuah penghargaan yang menegaskan keunggulan layanan stroke berbasis teknologi di Indonesia.

Keunggulan Internasional dan Prestasi Regional

Sebagai jaringan rumah sakit swasta terkemuka, Siloam terus menorehkan prestasi di tingkat regional. MRCCC Siloam Hospitals kini menduduki peringkat ke-61 di Asia Pasifik dan ke-7 di Asia Tenggara dalam layanan kanker.

Sementara itu, Siloam ASRI terus aktif melakukan transplantasi ginjal dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.

AI sebagai Pilar Masa Depan Layanan Kesehatan

Presiden Direktur Siloam, David Utama, menekankan pentingnya investasi teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

“Kami melihat AI dan teknologi medis sebagai pilar penting dalam revolusi layanan kesehatan. Dengan pendekatan berbasis data dan inovasi digital, kami terus meningkatkan standar pelayanan, memastikan bahwa pasien mendapatkan diagnosis dan perawatan yang lebih akurat serta efisien,” kata David pada Jumat (13/6/2025).

“Langkah agresif Siloam dalam menerapkan teknologi AI dan digitalisasi bukan hanya mempercepat revolusi layanan kesehatan, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin inovasi medis di Indonesia dan Asia Tenggara,” terangnya.

Komitmen ESG dan Dampak Sosial Berkelanjutan

Siloam kini berada di 21% teratas secara global dalam penilaian ESG sektor kesehatan.

Dalam pilar Caring for Community, Siloam mengoperasikan tujuh klinik gratis di Papua untuk meningkatkan akses kesehatan di daerah terpencil.

Selain itu, program skrining kanker payudara gratis telah menjangkau hampir 40.000 perempuan selama dua tahun terakhir, memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan kanker.

Meskipun menghadapi tantangan ekonomi, Siloam mencatat hasil keuangan yang stabil pada 2024 dengan pendapatan Rp 12,2 triliun, EBITDA dasar Rp 2,76 triliun dan laba bersih Rp 950 miliar.

Dibandingkan lima tahun lalu, pendapatan meningkat 72% dan EBITDA tumbuh 177%. Namun, seluruh laba bersih tahun 2024 akan dicatat sebagai laba ditahan, sehingga tidak ada pembagian dividen untuk tahun buku ini.

Secara operasional, jumlah tempat tidur meningkat menjadi 7.932, dengan lebih dari 4 juta kunjungan rawat jalan, 300.000 pasien rawat inap, serta lebih dari 100.000 prosedur operasisepanjang tahun. (Rmt)

Share This Article