Heboh di KRL! Pria Diduga Dosen Teknik Industri UNPAM Terseret Kasus Pelecehan Penumpang

By
3 Min Read

Dugaan pelecehan seksual kembali mencuat di transportasi publik. Seorang pria yang disebut sebagai dosen di Universitas Pamulang (UNPAM) menjadi perbincangan luas di media sosial setelah diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seorang penumpang perempuan di dalam KRL Commuter Line.

Peristiwa ini pertama kali ramai setelah sebuah unggahan di Instagram dari akun @volkinfo pada Minggu (15/3/2026). Dalam unggahan tersebut disampaikan peringatan keamanan terkait dugaan tindakan cabul yang dilakukan seorang pria yang disebut sebagai dosen Teknik Industri UNPAM di dalam kereta. Informasi itu dengan cepat menyebar dan memicu reaksi keras dari warganet.

Korban menceritakan bahwa kejadian bermula ketika dirinya bergegas mengejar kereta terakhir tujuan Nambo dan naik dari Stasiun Tebet sekitar pukul 20.37 WIB. Saat itu kondisi gerbong cukup padat, namun masih terdapat sedikit ruang bagi penumpang yang berdiri.

“Saya sedang mengejar kereta terakhir ke arah Nambo dan naik dari Stasiun Tebet pukul 20.37. Posisi saya tidak jauh dari pelaku, saya sedang berbincang dengan teman di depan saya dan masih ada sedikit ruang di samping kiri,” tulis korban dalam unggahan yang beredar.

Situasi kemudian berubah ketika kereta melaju dari **Stasiun Universitas Pancasila  menuju Stasiun Universitas Indonesia. Sekitar pukul 21.00 WIB, menjelang kereta tiba di stasiun tujuan, pelaku diduga mulai melakukan aksinya.

Korban menuturkan bahwa pria tersebut membawa tas ransel dengan satu tali yang dipegang di tangan kiri. Tas tersebut diduga dimanfaatkan untuk menutupi gerakan tangannya saat menyentuh tubuh korban.

“Pelaku membawa tas ransel dengan satu tali di tangan kiri, lalu memegang bagian belakang tas sambil meraba k3m4lu4n saya. Tidak lama kemudian pelaku kembali mengelus bagian tersebut sebanyak dua kali,” tulis korban.

Merasa dilecehkan, korban segera menepis tangan pelaku dan berteriak “pelecehan!” di dalam gerbong. Teman korban juga ikut berteriak meminta pertolongan sehingga menarik perhatian penumpang lain serta petugas keamanan KRL.

Ketika kereta berhenti di stasiun, petugas keamanan langsung menghampiri korban dan pria yang diduga sebagai pelaku untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Peristiwa ini kemudian menjadi sorotan luas setelah cerita korban tersebar di media sosial.

Dalam video yang beredar, pria yang diduga melakukan tindakan tersebut disebut bernama FHS, yang disebut sebagai asesor LSP sekaligus dosen Teknik Industri di Universitas Pamulang. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kampus maupun aparat terkait mengenai kebenaran identitas tersebut.

Kasus dugaan pelecehan di KRL Commuter Line sendiri bukan kali pertama terjadi. Insiden serupa kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi perempuan yang menggunakan transportasi publik pada jam-jam padat.

Sejumlah warganet pun mendesak agar kasus ini segera diusut secara tuntas dan pelaku diberikan sanksi tegas apabila terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual. (Red)

Share This Article