Home Berita Menteri Agama RI dan Menteri Urusan Haji Arab Saudi Lakukan Penandatanganan MoU

Menteri Agama RI dan Menteri Urusan Haji Arab Saudi Lakukan Penandatanganan MoU

0
Menag RI Lukman Hakim Saifuddin

Setelah melakukan kunjungan kerja ke Jedah , Saudi Arabia selama 6 hari,  Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) kembali ke Tanah Air dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang pada pukul 09.45 WIB, Rabu (16/3/2016).  Menag RI  didampingi oleh Kapuspinmas, Kepala Biro Umum dan Staff Khusus Menteri Agama Republik Indonesia.

Menag RI Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, adapun tujuan dari pada kunjungan tersebut adalah untuk melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Republik Indonesia dengan pihak penyelenggara haji dari Kerajaan Arab Saudi.

“Kami ingin menyampaikan hasil kunjungan kerja selama berada di Saudi Arabia, bahwa kunjungan kemarin dimaksudkan untuk melakukan penandatanganan MoU  antara Menteri Urusan Haji Saudi Arabia dan Menteri Agama Republik Indonesia,” katanya kepada awak media di VIP Room Terminal 1 Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (16/3/2016).

Dikatakannya, bahwa setiap tahun menjelang pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji, maka setiap negara melakukan penandatanganan MoU dengan  pemerintah  Saudi Arabia.

“Dan dalam kesempatan kunjungan kerja kemarin, saya telah melakukan penandatanganan tersebut sambil menyampaikan beberapa usulan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji kita,” ujarnya.

Dijelaskannya, usulan tersebut tidak hanya semata untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji dari Indonesia, namun yang lebih utama pemerintah Indonesia mengajukan sejumlah usulan juga dalam rangka supaya kenyamanan bagi jamaah haji di dunia bisa mendapat dan perlu difasilitasi dan disediakan oleh Pemerintah Saudi Arabia.

“Adapun beberapa usulan yang kami sampaikan ketika bertemu dengan Menteri Urusan Haji Saudi Arabia antara lain adalah, peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dunia tidak hanya Indonesia, khususnya di Arafah dan di Mina,” bebernya.

Di Arafah sebagaimana diketahui, lanjut Menteri Lukman, bahwa tenda-tenda yang ada disana perlu diperkuat agar lebih permanen supaya lebih kokoh keadaannya dan tidak mudah roboh diterpa angin, karena pengalaman tahun 2015 beberapa tenda yang ditempati oleh jamaah haji Indonesia roboh karena terpaan angin.

“Ini juga sesuatu yang harus secara serius dipikirkan agar tenda-tenda yang ada di Arafah kualitasnya dapat lebih baik, setidaknya seperti tenda-tenda yang ada di Mina,” tuturnya.

“Demikian pula keberadaan pasokan listrik, kami mengusulkan agar harus dibuat pembangkit listrik yang permanen yang betul-betul bisa mensuplai dan memenuhi seluruh kebutuhan listrik selama jamaah berada di Arafah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, setiap penyelenggaraan ibadah haji , kurang lebih sekitar 2 Juta jemaah haji dari belahan dunia  beribadah di Mekkah, Madinah, Arafah dan Mina. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here