Home Berita Siswa SMA Pembangunan Jaya Ciptakan Mobil Listrik RINUS C1

Siswa SMA Pembangunan Jaya Ciptakan Mobil Listrik RINUS C1

0

Kota Tangerang Selatan (Kota Tangsel) patut berbangga. Sejumlah pelajar di Bintaro, Pondok Aren berhasil menciptakan Mobil Listrik yaitu para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Pembangunan Jaya.
Mobil listrik itu diberi nama RINUS C1. Nama tersebut dibentuk menjadi satu tim bernama Rinus Team Builder yang terdiri dari 13 siswa dan 4 guru pembimbing.

Nama RINUS C1 ini terinspirasi dari buah jarak yang bisa dijadikan bahan bakar. “Rinus itu singkatan dari Rivinus yaitu sejenis nama buah jarak, buah jarak itukan salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan yang bisa kita kembangkan dimasa depan untuk dijadikan bahan bakar,” ujar ketua guru pembimbing, Agus kepada tangerangonline.id.

 Sekolah Pembangunan Jaya memiliki fasilitas School Science Centre, maka dari adanya fasilitas itu Rinus Team Builder mampu mengembangkan ide mereka yang awalnya ingin membuat 3 Fantart berubah ide menjadi Mobil Listrik.

“Sekolah pembangunan jaya kan punya satu fasilitas ya namanya school science centre nah disitukan kita mengembangkan kreatif siswa, kebetulan siswa itu punya ide lalu kita tampung, dulu awalnya kita mau bikin 3 Fantart setelah itu mereka bilang kenapa gak buat Mobil Listrik, nah dari ide mereka itu kenapa gak kita coba,” ujar salah satu guru pembimbing Rinus Team Builder, Gunawan.

Mobil Listrik yang bodynya di design sendiri oleh Rinus Team Builder ini merupakan mobil yang ramah lingkungan karena mobil ini termasuk yang tidak menimbulkan polusi dan diciptakan dengan tenaga listrik sehingga tidak ada asap pembuangannya sama sekali.

Selain itu juga mobil listrik ini tidak menimbulkan suara yang berisik, karena didalam mobilnya tidak terdapat mesin sama sekali. Uniknya mobil yang biasanya memiliki bagasi di dibelakang dan mesin di depan, RINUS C1 ini berbeda. Mobil Listrik ini tidak membutuhkan banyak mesin, tetapi hanya menggunakan aki yang di letakan dibagian belakang sedangkan bagian depannya tidak ada mesin sama sekali.

Meski demikian, mobil yang menggunakan aki sebagai tempat penyimpanan listrik ini masih memiliki kelemahannya yaitu dari bodynya yang masih berat, sehingga banyak menghabiskan tenaga listrik itu sendiri.

Mobil Listrik yang dibuat kurang lebih sembilan bulan ini mampu menempuh jarak sejauh 80 Kilometer (KM) dengan mesin DC elektrik 700 Watt. Namun Mobil Listrik ini belum pernah dilombakan, karena belum ada lomba Mobil Listrik dan hanya pernah dipamerkan di event-event saja.

“Iya, setiap even selalu kita bawa tapi kalau dilombakan belum. Karena belum ada, lomba mobil listrik ini belum pernah saya denger gitu, kalau biasanyakan perguruan tinggi adanya tapi kalau mobil listrik tingkat SLTA itu belum ada,” ujar Gunawan.

Para guru pembimbing berharap agar ada penerus dari siswa siswi SMA pembangunan Jaya karena Rinus Team Builder yang membuat Mobil Listrik ini sudah lulus SMA semua.

“Memang harus ada generasi penerus jadikan tidak terputus sampai disini, kita harus evaluasi kelemahannya apa, kan dari kelemahan-kelemahannya nanti kita buat lagi yang lebih bagus dan tahan lama, soalnyakan mereka sudah memotivasi adik kelasnya nanti adik kelasnya liat dan harus bisa bikin yang lebih bagus lagi,” ucap Gunawan. (Tan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here