Home Berita Waspadalah! Hacker Ancam Ujian Nasional Online

Waspadalah! Hacker Ancam Ujian Nasional Online

0
Kadisdik Tangsel, Mathoda saat memantau pendistribusian dus berisi lembaran kertas soal UN di SMA 11 Tangsel

Aksi peretas atau hacker diprediksi bakal mewarnai pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang di gelar serentak mulai Senin (4/4) hingga Selasa (12/4) pekan depan. Adanya hacker yang di prediksi bakal mampu membobol server saat ujian berbasis komputer yang diikuti siswa SMA dan sederajat ini, dilontarkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Rukman Teddy saat berlangsungnya pendistribusian lembaran ujian nasional dari gudang yang ada di Dindik Provinsi Banten kebeberapa kota/kabupaten termasuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dijelaskan Rukman, aksi pembobolan server oleh hacker bisa saja terjadi. Sebab, ia mencontohkan perbankan saja mampu di bobol oleh para hacker apalagi saat pelaksanaan UNBK.

“Kalau hacker itu dimana-mana ada, bank aja dibobol. Di ujian nasional kali ini, dinas pendidikan sudah mengantisipasinya,” kata Rukman kepada wartawan di SMA 11 Tangsel, Sabtu kemarin.

Untuk mempersempit ruang gerak hacker, Rukman menyebut bahwa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan pengamanan secara berlapis. Bahkan, Rukman menyatakan bahwa Kemendikbud mengklaim pelaksanaan UNBK tahun 2016 ini anti hacker. Sebab, di masing-masing sekolah akan ada proktor yang bertugas untuk memfasilitasi seluruh kesiapan siswa peserta UNBK.

“Tapi, proktor itu juga gak bisa membuka soal yang bisa membuka soal hanya peserta UN karena sudah memiliki password masing-masing untuk mengikuti UNBK,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tangsel, Mathoda menambahkan, masalah hacker menjadi persoalan krusial pada saat berlangsungnya UNBK. Meski begitu, ia menjamin pelaksanaan UNBK kali ini tidak ada persoalan yang dapat mengganggu pelaksanaan ujian berbasis komputer ini.

“Kita sudah punya proktor masing-masing dan tim kusus yang akan di tempatkan di sekolah yang menyelenggarakan UNBK,” ucapnya.

Selain itu, lanjut ia, nantinya akan ada back up komputer di sekolah yang menyelenggarakan UNBK. Hal ini untuk mengantisipasi jika komputer yang digunakan UNBK mengalami trouble.

“Ada lima komputer cadangan di sekolah itu. Kita juga sudah menyurati Kemendikbud untuk meminta PLN supaya pada UNBK ini tidak ada pemadaman,” tandasnya.

Untuk diketahui, sedikitnya ada 28 sekolah menengah atas di Kota Tangsel yang menyelenggarakan UNBK tahun 2016 ini. Dari jumlah tersebut, belakangan diketahui merupakan jumlah terbesar penyelenggaraan UNBK di Kota/Kabupaten yang ada di Provinsi Banten masing-masing diikuti oleh 20 SMA, 7 SMK dan 1 Madrasah Aliyah Negeri yakni MAN Insan Cendikia di Serpong. (Dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here