Home Berita Akademisi Minta Masyarakat Adukan Pungutan Sekolah via Hotline Kemendikbud

Akademisi Minta Masyarakat Adukan Pungutan Sekolah via Hotline Kemendikbud

0

Pungutan liar (pungli) di dunia pendidikan, khususnya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dikeluhkan masyarakat menjadi sorotan dari pengamat kebijakan publik asal Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Zaki Mubarak.

Menurutnya, pungli adalah persoalan yang merugikan masyarakat Tangsel. Oleh karenanya,diperlukannya kesadaran dan keberanian masyarakat untuk mengadu kepada pihak yang terkait. Begitu juga pemerintah yang harus menanggapi aduan tersebut, sehingga perlahan persoalan pungli akan tuntas.

“Harus ada keberanian publik untuk melaporkan melalui hotline yang dibuka Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), biar pungli dan sebagainya segera diberantas,” saran Zaki Mubarak saat memberi tanggapan soal pungli kepada tangerangonline.id, Rabu (20/7/2016).

Dirinya juga meminta civil society (masyarakat madani) terlibat langsung dalam pemberantasan pungli. Bukan mengambil keuntungan dari ketidaktahuan masyarakat yang menjadi korban akibat pungli dengan dalih sumbangan sekolah. “Elemen masyarakat madani seperti media juga perlu pro aktif melakukan advokasi kepada publik yang mengadukan,” tegasnya.

Ditanyakan soal sanksi yang tepat bagi tindak pungli, Zaki mengatakan, perlu adanya verifikasi atas tindakan tersebut dan apabila terbukti, maka instansi pendidikan terkait harus berani tegas memberikan sanksi kepada oknum pejabat yang melakukan pungli.  

“Tentu harus diverifikasi dulu. Dinas pendidikan Tangsel harus pro aktif, karena laporan masyarakat sudah banyak. Bila ditemukan terbukti, Walikota dan DPRD harus bertindak tegas. Pungli adalah musuh kita bersama,” tegasnya.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan telah mengintruksikan kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan pengecekan atas keluhan masyarakat. Hingga saat ini pihak pemkot (Walikota dan Wakil Walikota) masih menunggu laporan tersebut dari Dinas Pendidikan.

“Saya sudah minta Kadindik (Kepala Dinas Pendidikan) untuk melakukan penelitian dan pengecekan atas keluhan-keluhan masyarakat seperti itu, nanti dilaporkan oleh Kadindik. Untuk detailnya silakan konfirmasi ke Kadindik,” terang Benyamin Davnie yang akrab disapa Bang Ben saat dihubungi tangerangonline.id.

Sementara, pihak Dinas Pendidikan saat dikonfirmasi tidak dapat dihubungi dan ditemui.

Perlu diketahui, masyarakat yang ingin melakukan pengaduan atau layanan informasi seputar pendidikan dapat melalui sarana pengaduan dari Kemendikbud dengan menghubungi telepon 021-5703303, 021-57903020, SMS 0811976929, dan email: pengaduan@kemendikbud.go.id. (abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here