Home Home Ahmad Hajaji, Polisi yang Guru Ngaji

Ahmad Hajaji, Polisi yang Guru Ngaji

0

Ahmad Hajaji (48), bapak tiga orang anak yang bekerja sebagai anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kota Tangerang berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) sudah menjadi anggota Polisi sejak tahun 1992, berpangkat Sersan Dua Polisi. Pada tahun 2014 mendapatkan kesempatan mengikuti Pendidikan Alih Golongan di SPN Polda Metro Jaya Lido dan lulus dengan pangkat Ipda kemudian di tahun yang sama bergabung dengan Satuan Lalu Lintas Polres Kota Tangerang dan menjabat sebagai Kepala Sub Unit 2 Patroli.

Selepas tugas sebagai petugas polisi, Ahmad Hajaji berubah profesi menjadi seorang guru mengaji (guru baca Al Quran) untuk anak-anak di sekitar rumahnya di Perum Mustika Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini sudah dilakukan selama 2 bulan dan yang menjadi latar belakang menjadi guru mengaji dikarenakan belum adanya guru mengaji di wilayahnya.

“Belum ada guru mengaji disini khususnya di blok A tempat saya tinggal, jadi saya memberanikan diri untuk mengajar anak-anak disini dan alhamdulillah ternyata anak anak disini antusias,” ungkap pria yang sudah 24 tahun mengabdi menjadi anggota Polri di Musola tempat ia mengajar anak-anak mengaji, Sabtu (15/10/2016).

Lanjut Ahmad Hajaji, musola darurat tempat ia mengajar ngaji anak-anak dibangun dari hasil gotong royong warga sekitar dikarenakan belum adanya musola atau tempat ibadah di lingkungan tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan selepas sholat maghrib sampai waktu sholat isya tiba tersebut mendapat respon positif dari para orang tua muridnya, anak-anak yang ikut mengaji memang tidak banyak, paling banyak 7 orang dan rata rata usia sekolah dasar.

“Ya hanya anak-anak blok A saja yang baru ikut tapi kalau ada anak dari blok lain mau ikut mengaji saya lebih senang lagi,” tambahnya.

Tidak setiap hari ia mengajar mengaji, jika memang ia tugas sampai malam berarti kegiatan mengaji diliburkan, tetapi jika waktunya masih sempat dan anak-anak masih ada di musola tersebut ia langsung pergi ke musola tanpa menggati pakaian dinasnya karena takut anak-anak keburu pulang ke rumah.

Saat ditanya mau sampai kapan mengajar mengaji untuk anak-anak tersebut, Ipda Ahmad Hajaji mengatakan bahwa selama ia masih mampu mengajar anak-anak mengaji, ia akan terus mengajar agar anak-anak dilingkungannya memiliki bekal agama sejak dini dan tanpa meminta imbalan uang sedikitpun kepada anak-anak maupun orang tua mereka. “Karena saya melaksanakan semua ini dengan ikhlas,” pungkasnya. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here