Home Agenda Sidak Ke Pusat Perbelanjaan, 23 ASN Kota Tangerang Terjaring

Sidak Ke Pusat Perbelanjaan, 23 ASN Kota Tangerang Terjaring

0

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang dan Inspektorat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di pusat perbelanjaan pada Senin (14/1/2019).

Hasilnya, sebanyak 23 ASN kedapatan meninggalkan tempat mereka bekerja dan tengah berbelanja pada saat jam kerja. Sidak dilakukan mulai di TangCity Mall. Puluhan petugas gabungan menyisir semua lantai yang ada di mall tersebut.

Pantauan di lokasi, petugas menemui 4 orang ASN yang berada di Carrefour lantai dua mall tersebut. Mereka tampak tengah asik berbelanja di lokasi tersebut.

Kabid Penegakan Hukum Daerah (Gakumda) Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang mengatakan, dalam sidak ini terdapat empat pegawai berseragam PNS yang diduga keluyuran di TangCity Mall pada jam kerja.

“Tadi ada empat yang sudah kita data di lantai dua. Sudah kita data semua,” ungkap Kaonang.

Kaonang menjelaskan, para PNS yang terciduk dalam sidak tersebut belakangan diketahui merupakan tenaga pengajar atau guru.

“Kami gelar ini penegakan PNS yang dijam kerja ada di mall. Tapi nanti juga pendalamannya BPKSDM. Kalau kami kan penegakkan, karena orang yang pake seragam itu belum tentu bolos, misalnya guru jamnya kosong,” ujar Kaonang.

Ia mengatakan, pihaknya akan menggelar sidak rutin bersama unsur terkait. Dia menyebut, hal ini dilakukan untuk memberikan ketertiban dilingkungan ASN.

“Sidak seperti ini akan rutin kita gelar bersama inspektorat dan juga BKPSDM. Jadi jangan ada niatan untuk main-main di waktu kerja bagi ASN,” tegasnya.

Sementara itu Kabid Pembinaan BKPSDM Kota Tangerang, Nuriwan menuturkan, pihaknya akan mendalami pegawai berseragam PNS yang terjaring tersebut.

“Nanti kita akan lihat seperti apa kesalahannya. Karena tidak semua orang berseragam Pemda di sini merupakan PNS. Bisa saja mereka pegawai dibawah kementerian atau lain-lain. Tapi karena mereka ada disini makanya kita periksa, dan kita data,” jelasnya.

Nuriwan menambahkan, jika memang ada pelanggaran, mereka akan berikan teguran hingga sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“Terlebih lagi guru, kalau guru kan jamnya flexible yah. Jadi ketika mereka jam kosong terus ada disini itu memang tidak apa, tapi kami mengimbau agar mereka tidak memakai seragam karena akan merusak citra,” tutupnya.

Sementara itu di lokasi yang berbeda, tim yang melakukan sidak ini kembali mendapati 19 ASN lainnya. Mereka, diciduk di Sabar Subur dan Mall Balai Kota.

“Jadi hasil akhirnya ada 23 orang. Ini kita akan tindak lanjuti, dan nanti ada yang kita beritahukan kepada atasan mereka agar mendapat sanksi dan teguran sesuai dengan pelanggaran mereka,” tegasnya. (Mhd/Rmt)