Home Bandara Suka Duka Menjadi Petugas Avsec Wanita di Bandara Soetta

Suka Duka Menjadi Petugas Avsec Wanita di Bandara Soetta

0
Koordinator Aviation Security PT Angkasa Pura II (Persero) Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Yuniarsih Ristining Supryadi.

Memberikan perlindungan terhadap penumpang, awak pesawat udara, pesawat udara serta menjamin keamanan serta keselamatan penerbangan sudah menjadi tugas seorang Aviation Security (Avsec).

Selain itu, sebagai petugas Avsec juga wajib memiliki sifat melayani pengguna jasa bandara sehingga tercipta service excellent.

Kendati memiliki tantangan, tanggung jawab dan resiko yang cukup besar, pekerjaan yang satu ini tidak hanya diminati oleh laki-laki saja, namun juga wanita.

Bahkan wanita juga dipercaya menempati posisi penting di bidang keamanan bandara ini. Salah satunya adalah Yuniarsih Ristining Supryadi (37).

Ristin panggilannya, ia merupakan koordinator Avsec PT Angkasa Pura II (Persero) di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Ibu tiga anak ini membawahi kurang lebih 150 petugas Avsec.

Bertugas sebagai Avsec di Bandara tersibuk di Indonesia itu sudah ia tekuni sejak tahun 2002 lalu. Ristin pun berbagi suka maupun duka selama bertugas sebagai Avsec di Bandara Soetta.

Setiap harinya, perempuan asal Desa Cukang Galih, Curug, Kabupaten Tangerang ini menempuh perjalanan kurang lebih satu jam untuk bertugas di Bandara Soetta.

“Pengalaman saya jadi Avsec baik suka maupun duka ya. Untuk suka, saya dapat bertemu dengan banyak orang yang barganti setiap hari serta dapat melayani dan memastikan keamanan dan kenyamanan mereka hingga naik ke pesawat,” ujar Ristin kepada tangerangonline.id di Terminal 1 Bandara Soetta, Tangerang, Senin (20/1/2020).

Ristin mengatakan, yang paling berkesan selama menjadi Avsec di Bandara Soetta adalah dapat bertemu dengan orang-orang penting dan juga public figure.

“Yang paling berkesan, dapat bertemu orang penting baik dari pemerintahan maupun artis-artis. Saya langsung menangani tamu-tamu VIP di Soekarno-Hatta. Karena tidak semua orang punya kesempatan untuk dekat dengan para tamu VIP tersebut, tapi karena saya bekerja di sini jadi punya kesempatan itu,” kata Ristin.

“Sebagai petugas Avsec wanita, saya mendapat kehormatan khusus. Karena saya menunjukkan bahwa wanita pun bisa menjadi Avsec yang tangguh. Kami pun bisa maju seperti (kaum) laki-laki,” tambahnya.

Meskipun demikian, Ristin menyebut dirinya harus rela berbagi waktu antara bekerja dengan keluarga. Pasalnya, bekerja di Bandara Soekarno-Hatta tidak mengenal akhir pekan maupun hari libur nasional.

“Namanya operasional ya, disaat orang-orang libur nasional saatnya berkumpul dengan keluarga. Saya harus bekerja tanpa mengenal hari minggu maupun hari libur nasional. Disaat anak-anak dan keluarga saya berkumpul di rumah, saya harus meninggakan mereka untuk bekerja,” tuturnya.

Walaupun sempat mengalami kesulitan, bagi Ristin berbagi waktu antara bekerja dan keluarga bukanlah hal yang berat. Dukungan keluarga membuat dirinya menjadi wanita tangguh.

“Awalnya kesulitan, tapi karena saya menikmati pekerjaan saya dan keluarga saya pun mendukung jadi saya coba mengimbangi antar waktu di rumah dan waktu di kantor. Jadi disaat saya libur saya optimalkan waktu untuk keluarga di ruma. Baik itu mengurus anak, mengurus suami dan mengurus rumah. Saya maksimalkan untuk berkumpul dengan keluarga di saat saya libur,” imbuhnya. (Rmt)