Home Bandara Cegah Virus Corona, Bandara Soetta Tingkatkan Pengawasan Hewan dari Luar Negeri

Cegah Virus Corona, Bandara Soetta Tingkatkan Pengawasan Hewan dari Luar Negeri

0

Badan Karantina Pertanian (Barantan) mengeluarkan instruksi kewaspadaan penyebaran Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau Virus Corona untuk melakukan pengawasan dan tindakan karantina terhadap lalulintas Media Pembawa yang berisiko tinggi sebagai penular seperti anjing, kucing, rodentia, kelelawar dan unggas.

Peningkatan pengawasan dilakukan di pelabuhan laut dan bandar udara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Pasalnya, Virus Corona diduga dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengatakan,
Virus Corona adalah keluarga virus RNA (asam ribonukleat). Disebut coronavirus karena partikel virus menunjukkan karakteristik ‘corona’ (mahkota) protein lonjakan di sekitar amplop lipidnya.

“Infeksi CoV sering terjadi pada hewan dan manusia. Beberapa strain CoV adalah zoonosis, artinya mereka dapat ditularkan antara hewan dan manusia, tetapi banyak strain tidak zoonosis. Oleh karenanya pengawasan harus ditingkatkan terhadap media pembawa,” kata Ali Jamil di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Senin (3/2/2020).

Dijelaskannya, virus Corona pada manusia dapat menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (disebabkan oleh MERS-CoV), dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (yang disebabkan oleh SARS-CoV).

“Tindakan karantina perlakuan yang dilakukan berupa desinfeksi terhadap hewan dan peralatan yang menyertai seperti kandang dengan menggunakan desinfektan berbahan aktif misalnya ether alcohol 75%, klorin, peroxyacetic acid dan chloroform,” tutur Ali.

Tak hanya itu, petugas juga melakukan mitigasi risiko terhadap negara asal, negara transit, cargo manifest dan barang bawaan penumpang dalam rangka melakukan pencegahan terhadap masuknya N-CoV melalui hewan yang berisiko tinggi tersebut.

“Tentunya dilakukan monitoring dengan mengambil sampel swab mukosa saluran pernafasan untuk dilakukan uji laboratorium yang memiliki kompetensi uji Corona Virus,” terang Ali.

Yang terakhir lanjut Ali, melakukan uji peneguhan diagnosa yang dilakukan oleh laboratorium Kementerian Pertanian terhadap sampel yang diambil unit pelaksana teknis kementerian pertanian.

“Diantaranya Balai Besar Veteriner, Balai Penelitian Veteriner Bogor, dan Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian,” tandasnya. (Rmt)