Home Bandara Pelaku Jastip Boleh Bawa Barang Pesanan Melalui Bandara Soetta, Asalkan…

Pelaku Jastip Boleh Bawa Barang Pesanan Melalui Bandara Soetta, Asalkan…

0

Demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar, pelaku bisnis jasa titipan (jastip) barang mewah asal luar negeri kerap tidak jujur saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Dimana, mereka tidak melaporkan jenis dan jumlah barang bawaannya di form Custom Declaration (CD) untuk menghindari bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).

Hal ini tentunya sangat merugikan negara bahkan pelaku jastip itu sendiri.

Kepala Seksi Patroli & Operasi I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Anton menuturkan, praktik jastip bukanlah hal yang terlarang selama yang bersangkutan memberitahukan barang impor dan membayar pajak-pajak dan bea masuk.

“Terhadap barang jastip sebetulnya boleh masuk, asal melapor dengan petugas dan membayar pajak dan bea masuk. Nah, yang terjadi sekarang adalah tidak lapor agar tidak bayar pajak karena ingin untung besar,” kata Anton saat berbincang melalui zoom meeting dengan awak media, Jumat (26/2/2021).

Dia menjelaskan, pelaku jastip juga sama seperti eks penumpang pesawat rute internasional pada umumnya. Dimana, mereka menghindari Red Channel (jalur merah) dan memilih lewat Green Channel (jalur hijau) di pos pemeriksaan pengeluaran Bea Cukai.

“Di jalur hijau ada petugas mengecek lagi apakah layak. Kalau custom declaration tidak layak jalur hijau maka penumpang diarahkan ke arah jalur merah. Petugas menilai saat penumpang pilih jalur hijau,” jelas Anton.

Lebih lanjut dia menjelaskan, setiap barang yang bukan untuk kebutuhan pribadi (personal use) wajib membayar PDRI dan Bea Masuk dan tidak mendapat pembebasan bea masuk sebesar USD500. Pasalnya, barang yang dibawa oleh pelaku jastip dikategorikan sebagai barang dagangan.

“Kalau datang bawa barang senilai 500 dolar untuk dijual lagi, barang titipan atau untuk kantor maka harus bayar pajak-pajaknya, harus bayar bea masuk dan tidak ada pembebasan,” ujar Anton.

Untuk diketahui, Green Channel adalah jalur untuk penumpang yang tidak membawa barang yang dikenakan bea masuk maupun pajak. Di jalur ini tidak dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang.

Sedangkan Red Channel untuk penumpang yang membawa barang dengan pembatasan dan barang impor yang dikenakan bea masuk. Di sini dilakukan pemeriksaan x-ray dan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik barang yang dibawa penumpang. (Rmt)