Home Berita Kampung Dongeng Awalnya di Atas Tempat Pembuangan Akhir

Kampung Dongeng Awalnya di Atas Tempat Pembuangan Akhir

2

Kampung Dongeng milik Mochamad Awam Prakoso yang terletak di Jl. Musyawarah RT. 04/01 No. 99 Kampung Sawah, Ciputat, Tangsel dulunya adalah tanah bekas pembuangan sampah.

Hal itu diungkapkan oleh pemiliknya yang akrab dipanggil Kak Awam, bahwa tanah itu dijual ketika dirinya berdoa meminta tempat mendongeng untuk anak-anak kecil disekitar tempat tinggalnya.”Setahun di rumah kontrakan yang tak ada halamannya, lalu pindah ke halaman luas punya salah satu warga. Tapi lama-lama penduduk situ marah, karena katanya anak-anak nginjekin rumput,” tuturnya kepada tangerangonline.id.

Berawal dari sepulang menjadi relawan tahun 2009, Awam terbiasa dengan teriakan anak kecil di sekelilingnya. Kemudian, Ia menyalakan lagu-lagu anak menggunakan sound system agar mereka berkumpul di rumahnya.

“Kalo udah ngumpul kasih origami, buku mewarnai. Abis itu dongengin,” ujarnya.

Kebaikan berbuah manis, seseorang menjual tanah bekas tempat sampah itu dengan harga murah. Kemudian, kakak kandung Awam membantu membelikan perlengkapan bangunan. Jadilah kampung dongeng selama 3 bulan.

Ketika ditanya mengenai gagasan didirikannya kampung dongeng, Awam menjelaskan bahwa anak tidak bisa berkembang sendirinya tapi harus ada lingkungan yang mendampingi.
“Saya punya ide bikin wadah itu dari dongeng. Akhirnya di buat Kampung Dongeng yang resmi 18 mei 2009. Sama dengan tanggal ulang tahun saya,” kelakarnya terkekeh.

Awam mengungkapkan bila anak adalah dunia yg sangat menakjubkan. Dia akan menjadi generasi penerus yang harus dibekali agar menjadi generasi emas.

“Sekarang anak-anak lagi diserang wabah narkoba, korupsi, lgbt, teroris dan pornografi. Mereka harus dinasihati dari dini tentang hal-hal tersebut,” ujarnya.

Saat ini terdapat kegiatan rutin yang dilakukan oleh Kampung Dongeng, diantaranya adalah pekan ceria, sanggar kampung dongeng, berkumpul pendongeng, workshop atau seminar dengan guru dan orang tua, dan kampung dongeng keliling kampung atau blusukan.

Kampung dongeng telah memiliki 260 orang pendongeng aktif dengan ribuan anak-anak diseluruh Indonesia, seperti di Jabodetabek, Bandung, Riau, Jayapura, Medan, Aceh, Tana Tidung dan masih banyak lagi.

“Target tahun 2018 bisa mempersembahkan 1000 kampung dongeng untum Indonesia,” ujarnya. (Ayu)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here