Home Berita Vihara di Neglasari yang Terbakar Dibangun 1985 Oleh ‘Sun Go Kong’

Vihara di Neglasari yang Terbakar Dibangun 1985 Oleh ‘Sun Go Kong’

0

Vihara Boe Tong Ta She di Jalan Pintu Air Timur, Kampung Sirnagali, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang yang terbakar tadi didirikan oleh seorang pria keturunan Tionghoa kelahiran Tangerang.

Benny Santoso (Kim San) mendirikan Vihara Boe Tong 31 Tahun silam, tepatnya pada Tahun 1985.

Konon, sebelum mendirikan Vihara Boe Tong, Kim San (54) mengalami beberapa kali kesurupan dan bertingkah layaknya ‘Sun Go Kong’ (Kera Sakti). Hal itu terjadi berulang kali dialami oleh pria yang merupakan Tokoh Masyarakat Kampung Sirnagali itu.

Kisah tersebut diungkapkan oleh salah satu kerabat Benny Santoso, Kim Ong (Andre). “Dulu Koh Benny ini sering kemasukan roh dewa, setiap kemasukan selalu bertingkah seperti Sun Go Kong (Kera). Ya kami sebagai Budha percaya bahwa dia (Kim San) dipilih oleh dewa,” katanya kepada Tangerangonline.id di Tangerang, Jumat (19/2).

Hal yang sama dikatakan oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. RT Alid panggilannya, mengaku pernah melihat Kim San ketika sedang kesurupan.

“Dia itu dulu sering kemasukan dan tingkahnya seperti kera gitu lah, kita disini sering melihat” ungkapnya.

Karena sering kerasukan, pihak keluarga menganjurkan supaya mendatangi seorang Suhu yang lebih paham akan arti kejadian yang dialami oleh Kim San. “Sepulang dari Suhu (Guru) itu dia (Kim San) langsung memulai membangun Wihara (Boe Tong) ini,” kata Andre.

Sebelumnya memulai pembangunan, Kim San menjadikan tempat tinggalnya (rumah orang tuanya) sebagai rumah ibadah.

Bagi warga sekitar, Kim San adalah sosok pria yang berjiwa sosial tinggi. “Orangnya ramah, mudah bergaul juga ya bermasyarakatlah, dan di Vihara (Boe Tong) ini juga ada pengobatan secara gratis,” kata RT Alid.

Diketahui, Vihara Boe Tong terbakar dan merenggut 4 jiwa pada Jumat, dini hari tadi.

Linda (34), warga Kampung Melayu, Kabupaten Tangerang merupakan jemaat di tempat ini harus beribadah di vihara yang lain.

 “Mau gimana lagi ya, namanya musibah. Untuk sementara kami beribadah di Tri Mahadharma,” imbuhnya.

Pantauan TangerangOnline.id, gerbang Vihara masih dipasang garis polisi. Di dalam sebuah ruangan masih terlihat mengeluarkan asap.

Petugas dari Dinas Sosial Provinsi Banten hadir di lokasi dan sedang melakukan pendataan. Juga hadir pejabat Ditjen Bimas Budha Kementerian RI menyambangi lokasi Wihara dan mengumpulkan informasi. (Rmt)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here