Home Berita Masjid Agung Ciputat, Masjid Terindah Se-Jawa Barat Era 1970 Hingga Jejak Rudal...

Masjid Agung Ciputat, Masjid Terindah Se-Jawa Barat Era 1970 Hingga Jejak Rudal Cilandak

0

Masjid Agung Al Jihad di persimpangan Pasar Ciputat, Jalan H Usman No. 1, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, pernah menjadi Masjid terindah se-Provinsi Jawa Barat.

Ketua 1 Yayasan Masjid Agung Al-Jihad, Sania Wiryareza, menuturkan, Masjid diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat dan Bupati Tangerang pada tahun 1970 setelah melakukan renovasinya yang kedua.

“Masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Tangerang kala itu,” ungkapnya kepada tangerangonline.id.

Selanjutnya ketika menjalani renovasinya yang ketiga, Sani menuturkan, konsepnya yang dibuat berupa pendopo agar menyerupai ciri khas Banten. Konsep tersebut untuk menyesuaikan identitas daerah setelah Ciputat tidak lagi menjadi bagian Jawa Barat, tetapi menginduk Provinsi Banten. Namun, karena keterbatasan biaya, konsep itu diganti dengan bentuk setengah lingkaran pada atap masjid.

Masjid Agung Al Jihad telah melalui tiga kali renovasi dan bongkar pasang dengan dana dari swadaya masyarakat. Bangunan pada masjid Agung Al Jihad kini terdiri dari Gedung Serba Guna, Ruang Ibadah atau bagian Masjid, Gedung Usaha, dan Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Islam dan Taman Pelajaran Al Qur’an (TPA). Rencananya, masjid renovasi ketiga akan diresmikan setelah bulan Ramadan.

Masjid agung Al Jihad disebut sebagai saksi bisu terjadinya perang pada masa penjajahan belanda. Informasi dari masyarakat setempat, dulu terdapat tugu atau prasasti bekas perang belanda. Namun, tugu atau prasasti itu telah dibongkar.

img_3158

“Bukti lainnya ketika Menara masjid hancur karena peluru rudal dari Cilandak tahun 1980an,” kata Sani.

Selain itu, Masjid Agung Al Jihad merupakan tempat berkumpul tokoh-tokoh-tokoh agama seperti Buya Hamka dan Din Syamsudin. Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang ke-6, Zarkasih Nur pun menjadi ketua pembina yayasan Masjid sampai sekarang. Menurut Sani, Masjid Agung Al Jihad membuat Organisasi Islam di Indonesia seperti Nadhlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah bersatu.

“Apalagi ketika solat tarawih. Tidak memaksakan kehendak harus berapa rakaat, hasil kesepakatan,” ceritanya lagi.

Masjid Agung Al Jihad menurut Sani ialah sebuah masjid transit karena berdekatan dengan Pasar Ciputat. Hal itu menyebabkan Masjid selalu ramai. Para pengurus Masjid rata-rata telah berusia lanjut. Seperti yang telah bekerja sebagai marbot Masjid Agung Al Jihad, Abdul Somad, pria kelahiran 1963 ini masih setia membersihkan ruang ibadah untuk para jamaah.

“Karena yang muda-muda sudah punya kesibukannya sendiri, belum ada penerusnya lagi,” katanya kepada tangerangonline.id.

Abdul juga mengenang kondisi masjid dahulu sebelum direnovasi. Dirinya bercerita, Masjid Agung Al Jihad yang kini sangat besar dan megah.

“Dulu sebelum renov, Masjidnya kecil. Yang penting ada menara. Sekarang sudah bagus ada kaligrafi dan kubah,” kata Abdul.

Saat ini pengurus masjid sedang memiliki banyak program yang bertujuan mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid seperti mengajak masyarakat kreatif dan tidak malas lewat Gedung Usaha, melatih remaja sekitar mejadi Tahfizh Qur’an, serta membuat buku mengenai sejarah masjid Agung Al Jihad dari masa ke masa. (Ayu)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here