Home Berita Tangsel Usul Trayek Baru Transjakarta Lintasi Ciater-Maruga

Tangsel Usul Trayek Baru Transjakarta Lintasi Ciater-Maruga

1

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Tangsel saat ini tengah mengirimkan permintaan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terkait kajian trayek baru Transjakarta.

Kadishubkominto Tangsel Sukanta mengaku usulan dari masyarakat soal trayek baru Transjakarta terus bergulir. Usulan itu dilandasi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan transportasi nyaman dan murah.

“Sampai saat ini masyarakat begitu banyak berdatangan kepada kami meminta Transjakarta melintasi Jalan Ciater hingga bunderan Maruga, Ciputat,” kata Sukanta.

Atas usulan itu maka, lanjut Sukanta, Dishubkominfo sekitar 2 pekan lalu tengah melayangkan surat permohonan pembukaan trayek Transjakarta yang baru. Ia berharap surat permohonan itu dapat ditindak lanjuti.

“Kami langsung merespon usulan warga dengan mengajukan permohonan kepada BPTJ yang bertangung jawab dalam pengelolaan Transjakarta. Berharap dapat ditindak lanjuti secara serius,” katanya.

Tentu Dishubkominto pun tidak memaksa harus ada trayek baru. Sebab kajian lalu lintas membutuhkan biaya tidak sedikit dan itu harus didanai oleh BPTJ bukan pemerintah Tangsel untuk itu sepenuhnya diserahkan kepada meraka. “Waktunya terserah mereka karena harus ada anggaran,” pungkas Sukanta.

Saat ini Dishub sendiri belum mengetahui trayek baru itu akan tersambung ke mana sebab harus disimpulkan dari hasil kajian. Kajian juga akan menyimpulkan apakah Transjakarta akan merugikan pihak lain atau bukan.

“Tujunya kemana-kemana itu hasil kajian, termasuk apakah jika nanti ada Transjakarta ada yang dirugikan atau tidak. Misalkan mematikan trayek lain. Jika merugikan ya sebaiknya tidak perlu diterapkan,” tutur Sukanta.

Sebab jangan sampai hadirnya Transjakarta malah membuat kerugian bagi trayek lain. Namun saat ini trayek yang melintas di Jalan Ciater hanya angkutan Pasar Ciputat-Pasar Modern BSD.

“Intinya tidak merugikan itu saja. Merugikan siapa yaitu merugikan masyarakat yang berkecimpung bidang transporatasi umum,” paparnya.

Jika ditinjau dari intrastruktur cukup memadai. misalnya jalanya sudah bagus, aksesnya mudah terhubung dengan Tol BSD-Jakarta bahkan ke Bandara Soekarno Hatta. Dipastikan jika ini jadi diterapkan pasti akan banyak yang mengunakan Transjakarta.

“Kami memprediksi tidak akan timbul kemacetan karena sifatnya Transjakarta tidak parkir tapi mobail menyusuri Ciater balik di Bunderan kembali ke Pasar Modern BSD lalu masuk ke tol,” ia merinci.

Ketua Organsisasi Angkutan Darat (Organda) Tangsel, Yusron Siregar menyerahkan kepada Dishubkominfo untuk pembukaan jalur baru. Sebab ini baru wacana kendati sudah ada komitmen melalui surat pengajuan ke BPTJ.

“Sepenuhnya kami serahkan kepada Dshubkominfo tentang ini semua. Tinggal menunggu hasil kajian karena yang menentukan nanti kajian apakah boleh atau tidak,” tukas Yusron. (Ded)

1 COMMENT

  1. Secepatnya jangan berlarut-larut. Supir angkot kalau mau diseleksi dan direkrut saja jadi pam transjakarta. Untuk rute Grogol-BSD sebisa mungkin diperpanjang untuk diintegrasikan dengan Stasiun Rawa Buntu melewati ciater ke pemberhentian akhir Taman Tekno BSD atau Stasiun Cisauk melewati BSD Barat ICE/AEON Mall, disana lebih butuh lagi karena tidak ada angkot yang melewati sepanjang BSD Barat (Kab. Tangerang). Dan untuk Tol BSD juga untuk segera digunakan karena Tol Kebun Jeruk langganan macet terutama melewati Gerbant Tol Karang Tengah. Mengingat banyak juga yang ingin ke Jakarta Selatan yang tidak dilalui oleh KRL.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here