Home Berita Kapal Selam TNI Intai Wilayah Marawi Filipina Selatan

Kapal Selam TNI Intai Wilayah Marawi Filipina Selatan

0

Dermaga Kapal Selam TNI AL merupakan tempat yang sangat strategis, apalagi dengan adanya perkembangan terkini yang terjadi di Filipina Selatan. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kepada awak media saat meninjau pembangunan Dermaga Sionban Kapal Selam, di Lanal Palu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Dermaga di Palu dipilih, karena lokasinya yang sangat strategis dan memiliki kondisi kontur alam yang sangat cocok dijadikan pangkalan kapal selam dan jika telah beroperasi pangkalan tersebut akan memberikan dampak efektif bagi pergerakan kapal selam.

Pangkalan kapal selam ini, kata Panglima TNI, sangat diperlukan dalam situasi sekarang ini. Pangkalan seperti ini hanya ada di Armada Timur (Armatim), sehingga kalau operasional kapal ke daerah wilayah timur, maka ini sangat strategis.

Pangkalan kapal selam merupakan fasilitas strategis, namun pembangunannya belum final dan masih terdapat beberapa materi pendukung seperti mekanik dan elektrik yang harus dipersiapkan serta baru difungsikan sebagai dermaga.

Sementara ini pembangunan hanya untuk dermaga saja, sedangkan untuk elektrik cash baterai kapal selam belum lengkap semuanya dan akan dilengkapi pada anggaran tahun yang akan datang.

TNI memberikan antensi penuh terhadap segala kemungkinan yang terjadi di Marawi Filipina Selatan, dengan mengerahkan kemampuannya sebagai alat pertahanan negara.

“Kita sudah mengerahkan kapal selam untuk pengintai di wilayah Marawi Filipina Selatan. Jadi TNI tidak main-main, karena kami mempelajari betul kemungkinan yang terjadi di Filipina Selatan yang dampaknya mungkin akan kesini, sehingga TNI mengerahkan kekuatan Alutsista termasuk kapal selam,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI juga mengungkapkan bahwa terdapat beberapa dermaga kapal selam yang dibangun sebagai sarana pendukung pertahanan Indonesia. Pemembangun dermaga kapal selam di berbagai tempat juga akan dilakukan TNI dan bukan hanya di Palu, sementara yang terbuka di Palu, untuk yang lainnya tidak terbuka.

Pembangunan sarana pertahanan Indonesia adalah berdasarkan perkembangan situasi terkini dan diprioritaskan pada pulau terluar yang memiliki nilai strategis. Hal ini semua dibangun berdasarkan perkembangan situasi, yang utama adalah membangun pulau-pulau terluar, ada Natuna, Morotai, Biak dan Saumlaki.

“Semuanya secara bertahap dibangun tidak bisa serentak sesuai kondisi ekonomi, jadi seperti kapal induk, semua bisa bersandar disitu,” ucapnya.

Terkait dengan perkembangan situasi Marawi Filipina Selatan, Panglima TNI mengungkapkan bahwa telah meningkatkan kekuatan TNI diperbatasan guna mengantisipasi dampak negatif terhadap Indonesia. Alutsista TNI sudah dikerahkan, dimana ada kapal selam di Pulau Marore dan Miangas yang melakukan pengintaian.

Turut hadir pada peninjauan tersebut antara lain Para Asisten Panglima TNI, Pangarmatim Laksda TNI Darwanto, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto dan Gubernur Sulteng Longki Djanggola. (Mrz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here