Home Berita Mega Demira di Balik Warung Nyender

Mega Demira di Balik Warung Nyender

0

Muda, energik dan pintar berwirausaha. Itulah kesan memancar dari salah satu Owner Warung Nyender di Jalan Ceger Raya, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) bernama Mega Demira.
Wanita yang belum lama menyandang gelar S.Kom tersebut sudah meniti usaha bidang kuliner. “Iya Alhamdulillah, tapi masih dibantu dan dituntun orang tua,” ucap Mega.

Wanita kelahiran tahun 1993 itu mengatakan menekuni bisnis bukan mimpi bagi setiap orang, tetapi meraih sukses dengan melakukan langkah nyata. “Jangan cuma mimpi, sebenarnya bisnis itu tidak harus mengeluarkan uang langsung gede ya, banyak cerita yang mengeluarkan modal beberapa ternyata berhasil, intinya mau coba aja dulu,” ungkap Mega kepada tangerangonline.id saat ditemui di tempat usahanya yaitu Warung Nyender.

Selain itu Mega mengungkapkan dalam merealisasikan raihan kesuksesan, tidak boleh takut gagal.  Kegagalan itu merupakan suatu pembelajaran untuk bisa berbisnis dengan terobosan baru lagi.

“Ketika aku punya mimpi terus aku coba. Intinya dijalanin aja dulu, Mau gagal atau gak tapi udah pernah nyoba. Kalau misalkan gagal ya cari lagi yang lain. Jadikan dari situ kita bisa belajar kenapa ya kok bisa gagal,” terang Mega.

Wanita yang berumur 23 tahun ini memiliki tipe pekerja keras. Hal itu terlihat dari pengalamannya pernah menjalankan berbagai profesi dalam perkerjaan sejak 2011. “Saya mulai kerja itu dari yang namanya SPG saya sudah pernah nyobain, kerja sama orang saya sudah pernah nyobain, di EO dan WO saya juga sudah pernah nyoba. Dari tahun 2011. Kebetulan saya tipe orang pekerja keras, memang suka kerja orangnya,” seloroh Mega saat ditanyakan tentang pengalaman kerjanya.

Dari kecil, Mega sudah dididik oleh orangtuanya untuk menjadi anak yang mandiri. Dari TK jarang dianter sorangtuanya, juga menyiapkan perlengkapan belajarnya sebelum berangkat sekolah selalu dilakukan sendiri.

“Kebetulan saya dididik mandiri sudah dari TK, dari kecil. Jadi saya memang dari kecil sudah biasa hidup mandiri. Yang anak kecil dari biasa berangkat sekolah diantarin, saya mah gak pernah. Semua disiap-siapin, saya mah dari kecil gak pernah digituin,” jelas Mega.

Mega merasa berterima kasih kepada orangtuanya dengan pola didikan tersebut. Sebab, baginya membentuk karakter kemandirian seperti yang saat ini tengah tekuni.

“Yang cuma omongan-omongan ternyata jadi benar. Terus juga saya kan ngerasain kalau kerja sama orang itu gak enak, makanya saya memilih untuk membuka bisnis aja,” ungkap Mega sembari mengingatkan untuk selalu berbicara hal-hal positif dikarenakan suatu saat akan menjadi kenyataan. (Baca Juga Berita Terkait: Warung Nyender, Kafe Lesehan dari Lingkungan Kampus STAN)

Selain itu, Mega selalu membuat rencana untuk hidupnya. Mulai lulus SMA, dirinya sudah merencanakan yang dapat membantu masa depan.

Hal itu dirasakan Mega ketika lulus kuliah di Universitas Mustopo yang teman-temannya masih bingung, tapi Mega sudah punya pilihan. Dia malah langsung berfikiran untuk membuka bisnis.

Untuk saat ini, Mega berharap bisnis kuliner dijalanani berkembang pesat dengan membuka cabang. “Mudah-mudahan Warung Nyender yang sedang saya jalanin ini bisa sukses. Sukses dalam artian semuanya melebihi target perharinya dan bisa buka cabang, saya pribadi bisa membahagiakan orang lain sama diri sendiri,” ucap Mega. (Tan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here