Home Berita Amien Rais Akan Ungkap Dugaan Korupsi Dua Tokoh Besar

Amien Rais Akan Ungkap Dugaan Korupsi Dua Tokoh Besar

0

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menjawab tindaklanjut KPK dalam dugaan aliran dana yang masuk kepada Amien Rais dalam perkara korupsi alat kesehatan (Alkes) Kementerian Kesehatan. Mantan Ketua MPR/RI tersebut dituding menerima aliran dana sebesar Rp 600 juta.

“Apapun itu, saya terima dengan senang hati, buat saya ini blessing in disguiese (berkah yang tersembunyi), jadi supaya tidak terpecah-pecah saya akan jelaskan dalam press conference,” ujar Amin Rais saat ditemui wartawan kemarin.

Dalam keterangan pers di kediamannya, di Komplek Taman Gandaria, Jakarta-Selatan, Jum’at pagi tadi, (2/6/17) Prof Dr Amin Rais, menanggapi kasus aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir sejumlah 600 juta rupiah antara 15 Januari 2007 – 13 Agustus 2007, seperti dikatakan Jaksa Penuntut Umum KPK, Ali Fikri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (31/05/2017) yang dikirim ke rekeningnya.

“Langsung saya follow-up dengan menanyakan pada sekretaris saya, tentang kebenarannya, berdasarkan rekening bank yang saya miliki. Karena itu terjadi sudah sepuluh tahun lalu, saya segera me-refresh memori saya,” kata Amien Rais dihadapan para wartawan.

Menurut Amien Rais, pada waktu itu, Sutrisno Bachir, mengatakan, akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional dirinya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain.

Persahabatan Amien Rais dengan Sutrisno Bachir sudah terjalin lama sebelum PAN lahir pada 1998. Seingat Amien Rais, Sutrisno Bachir seorang entrepreneur sukses waktu itu, dan Sutrisno Bachir selalu memberi bantuan pada berbagai kegiatan Amien Rais, baik kegiatan sosial maupun keagamaan.

“Mas Tris (Sutrisno Bachir) adalah tokoh yang sangat baik dan dermawan, sering membantu banyak pihak. Bahkan siapa saja yang mendapat bantuan dana dari Sutrisno Bachir, saya tidak tahu. Saya pernah menanyakan pada SB (Sutrisno Bachir), mengapa anda membantu berbagai kegiatan saya. Jawabnya: “Saya disuruh Ibunda saya untuk membantu Anda”,” ungkap Amien Rais.

Jadi, ketika SB menawarkan bantuan tiap bulan buat kegiatan operasional Amien Rais, hal itu dianggapnya sebagai hal wajar. Namun, kata Amien Rais, kalau kejadian sepuluh tahun lalu kini diungkap dengan bumbu-bumbu dramatisasi di media massa dan sosial, tentu akan dihadapi dengan jujur, tegas dan apa adanya.

Pada tahun 2007, lanjut Amien Rais, dirinya sudah tiga tahun tidak lagi menjadi pejabat (waktu itu Ketua MPR). Namun,  rupanya bantuan SB untuk kegiatan operasional yang berlangsung selama enam bulan itu pada tahun 2007,  kini menjadi salah satu topik berita yang sangat menarik dan harus dia ikuti secara tegas dan berani.

“Karena itu pada Senin mendatang (5 Juni), saya akan berkunjung ke Kantor KPK, untuk menjelaskan duduk persoalannya, sebelum saya berangkat umroh pada 8 Juni ini. Kalau saya dipanggil KPK,  padahal saya masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab.

Sekian dulu, sampai ketemu lagi insya Allah di kantor KPK besok Senin, 5 Juni 2017,” ucapnya.

Rencananya, setelah bertemu Ketua KPK Agus Rahardjo beserta jajarannya​ pada Senin mendatang, Amien Rais akan menyampaikan laporan tentang dugaan korupsi dua tokoh besar di negeri ini yang selama ini dilihatnya tidak tersentuh oleh hukum. Siapa dua tokoh besar itu?. (Mrz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here